Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"
Yoel 3:10
Apa Saudara merasa tidak mampu lakukan apapun ? Apakah Saudara merasa tidak bisa berkarya bagi Kerajaan Allah? Apakah Saudara merasa minder dan merasa tidak memiliki apapun yang bisa digunakan bagi pelebaran Kerajaan Allah? Apakah Saudara melihat masa lalumu begitu hancur dan buruk sehingga merasa tidak layak dipakai untuk memenangkan jiwa-jiwa? Apakah Saudara merasa belum bagus dalam kehidupan kerohanianmu sehingga merasa tidak bisa dipakai oleh Tuhan? Saudara tidak sendiri! Saya juga pernah mengalaminya. Dahulu saat saya mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin bukanlah hal yang mudah karena dulu saya berpikir bahwa kepemimpinan itu hanya diperuntukkan oleh pribadi-pribadi yang dikaruniai dan dilahirkan sebagai pemimpin. Pemikiran ini selama bertahun-tahun membelenggu dan mematikan potensi saya untuk mengambil tanggung jawab di dalam kepemimpinan. Kata kepemimpinan buat saya adalah kata yang asing dan cenderung saya jauhi karena saya menganggap saya tidak pernah dilahirkan sebagai pemimpin. Karena hal itulah saya selalu menghindar dengan berbagai macam dalih. Tatkala ada kesempatan untuk mengambil tanggung jawab di dalam kepemimpinan di hati saya muncul “janganlah … saya kan tidak bisa … pasti bukan saya lah … apa saya mampu … saya kan tidak dilahirkan sebagai pemimpin … masih banyak orang yang mampu lah … malu rasanya kalau saya ambil tanggung jawab ini.”
Waktunya Bangkit!
Kalau Saudara alami itu semua, ini waktunya bagi Saudara untuk bangkit dan keluar dari keterpurukan! Dengarkan suara Tuhan yang berkata, “Saudara dilahirkan untuk membuat perkara besar bagi generasi ini! Jangan pernah mau kurang dari itu.” Firman Tuhan bilang, “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
Percayalah bahwa Saudara dipanggil untuk menjadi kepala artinya menjadi pahlawan, pemimpin dan penuai! Jadi, kejarlah rencana Allah itu dan hiduplah di dalamnya. Sama seperti Paulus mengejar dan berlari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Filipi 3:14) setelah ia mengalami kelahiran baru.
Tindakan Praktis
1. Temukan yang Tuhan taruh di dalam hidup Saudara (bisa panggilan untuk melayani tipe orang tertentu; bisa karunia; bisa skill – bermain musik), setelah itu pergunakanlah untuk memenangkan dan melayani jiwa-jiwa.
2. Temukan yang Saudara sukai atau hobby (misalnya hobby memasak; pergunakanlah hobby itu untuk memasakkan acara pertemuan komsel).
3. Temukan kebutuhan di sekeliling Saudara. Berdoa dan minta tuntunan Tuhan untuk mengerjakannya.
Jadi apapun yang kita lakukan pastikan tujuannya untuk meninggikan Tuhan dan menjangkau jiwa sehingga Kerajaan Allah terus diperbesar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar