Elisa kembali ke Gilgal pada waktu ada kelaparan di negeri itu. Dan ketika pada suatu kali rombongan nabi duduk di depannya, berkatalah ia kepada bujangnya: "Taruhlah kuali yang paling besar di atas api dan masaklah sesuatu makanan bagi rombongan nabi itu." Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: "Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan." Tetapi pelayannya itu berkata: "Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?" Jawabnya: "Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya."Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN.
2 Raja-raja 4:38, 42-44
Kalau kita lihat, selalu ada kelaparan di tengah-tengah bangsa Israel walaupun ada seorang nabi yang luar biasa yaitu Elisa. Hal yang sama dengan kita! Kadang kala kita merasa telah melakukan yang terbaik bagi Tuhan namun kelaparan itu toh tetap terjadi di tengah-tengah kita. Tahukah Saudaraku, kelaparan berbicara tentang bencana dan kesulitan. Tetapi sewaktu ada kelaparan, Elisa kembali ke Gilgal. Mengapa Elisa kembali ke Gilgal? Apa yang sebenarnya Tuhan rindu sampaikan untuk kita semua? Saya yakin dan percaya Allah memiliki maksud dan alasan Elisa kembali ke Gilgal. Tujuannya sangat jelas yaitu agar supaya Elisa bisa melihat bahwa di Gilgallah semua cela Mesir dihapuskan dan di tempat itu dia memulai petualangan dengan Allah untuk memperoleh pengurapan ganda.
Gilgal memiliki arti (1) telah dihapuskannya cela Mesir di dalam hidup kita (Yosua 5:9). Mesir berbicara tentang tempat perbudakan dan masa lalu. Tuhan rindu dan mau setiap kita melupakan dosa masa lalu yang pernah mengikat kita. Bahkan kegagalan di masa lalu, jangan pernah diingat-ingat lagi. Jadi, jangan pernah menoleh ke belakang. Arti yang (2) awal perjalanan atau petualangan dengan Tuhan untuk mendapatkan pengurapan ganda (2 Raja-raja 2:1-15). Dalam perikop ini kita juga dapat melihat bahwa ada orang-orang yang mengerti pergerakan yang Tuhan akan lakukan, namun mereka tidak mengikuti sehingga mereka tidak mendapatkan pengurapan ganda seperti yang Elisa dapatkan. Saya yakin, berpetualang dengan Tuhan akan mengalami yang namanya ‘ngeri-ngeri sedap.’
Jadi untuk bisa mengalami mukjizat dari Tuhan maka langkah pertama adalah alamilah Gilgal kembali! Langkah kedua adalah bawalah persembahan sulung – roti hulu hasil. Alkitab menceritakan bahwa pada saat kelaparan itu terjadi ada seseorang yang membawa roti hulu hasil. Percayalah bahwa roti hulu hasil atau buah sulung adalah miliknya Tuhan. Pada saat roti hulu hasil dibawa kepada Tuhan maka mukjizat pun pasti terjadilah. Kemustahilan menjadi mukjizat (2 Raja-raja 4:42-44). Langkah terakhir adalah masuk di dalam perjanjian garam (2 Raja-raja 2:19-22). Suatu ketika di Yerikho banyak terjadi keguguran bayi disebabkan oleh karena airnya yang kurang baik. Maka Elisa menaburkan garam di mata airnya supaya tidak ada lagi kematian dan keguguran bayi. Hal yang sama juga bisa terjadi dalam kehidupan kita. Jikalau sakit penyakit dan kegagalan apapun menjauh dari hidup setiap kita, lakukanlah perjanjian garam. Inilah janji Tuhan bagi Saudara yang mentaati melakukan perjanjian garam yaitu kelimpahan pengurapan, sukacita dan kelimpahan kekayaan boleh dialami (Bilangan 18:12-14). Rindu alami ini semua? Ayo sepakat untuk melakukannya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar