Lukas 11:22
Tuhan mau berikan segenap kegemilangan, segenap berkat, segenap hikmat dan segenap terobosannya bagi kita! Karena Dia terlalu mengasihi setiap kita yang adalah tubuhNya dan mempelaiNya. Dia mau semua yang sudah dijanjikanNya tergenapi dan jadi. Bahkan kemarin Bp. Lukas Yoesianto menegaskan dan menyatakan bahwa acara Jumat Agung sampai Paskah adalah awal untuk mengalami penuaian yang Dia sudah rancangkan dan janjikan.
Saya begitu yakin bahwa kehendak dan kerinduan Allah ini harus kita kawal bersama-sama. Oleh karena itu salah satu yang terus kita lakukan adalah terus berperang dan merebut setiap janji-janji Allah sampai jadi. Yakinlah tidak ada pilihan lain. Tahukah? Untuk berperang, menyerang dan merebut setiap janji Allah dibutuhkan manusia roh yang kuat. Seperti kata firmanNya, “Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.”Jadi untuk mendapatkan setiap jarahan yang disiapkan Tuhan bagi kita pilihannya adalah punya roh yang kuat!
Bagaimana Punya Roh yang Kuat?
Pertama, sewaktu kita berdoa dalam bahasa roh maka roh kita yang berdoa (1 Korintus 14:14). Manusia roh kita dibangunkan dan menguasai seluruh keberadaan diri kita sewaktu berbahasa roh.
Kedua, roh kita dibangun, dikuatkan dan diteguhkan sewaktu kita berbahasa roh (1 Korintus 14:4).
Ketiga, sewaktu kita berbahasa roh, kita berbicara kepada Allah dan membesarkan Dia karena kita menyatakan hal-hal yang rahasia (1 Korintus 14:2, KPR 10:46).
Keempat, berbahasa roh adalah senjata perlengkapan rohani untuk menghadapi setan (Efesus 6:18).
Kelima, sewaktu berbahasa roh, kita membangun diri kita di atas dasar iman kita yang paling suci (Yudas 1:20).
Keenam, berbahasa roh membantu kehidupan doa kita dan membantu kita menghadapi kelemahan kita (Roma 8:26).
Ketujuh, berdoa dalam bahasa roh adalah doa di dalam kehendak Allah yang sempurna (Roma 8:27).
Kedelapan, berdoa dan bernyanyi dalam bahasa roh membantu kita menyembah Allah di tingkat yang lebih tinggi dari batas pengertian kita (1 Korintus 14:15, Yohanes 4:23, 24).
Kedua, roh kita dibangun, dikuatkan dan diteguhkan sewaktu kita berbahasa roh (1 Korintus 14:4).
Ketiga, sewaktu kita berbahasa roh, kita berbicara kepada Allah dan membesarkan Dia karena kita menyatakan hal-hal yang rahasia (1 Korintus 14:2, KPR 10:46).
Keempat, berbahasa roh adalah senjata perlengkapan rohani untuk menghadapi setan (Efesus 6:18).
Kelima, sewaktu berbahasa roh, kita membangun diri kita di atas dasar iman kita yang paling suci (Yudas 1:20).
Keenam, berbahasa roh membantu kehidupan doa kita dan membantu kita menghadapi kelemahan kita (Roma 8:26).
Ketujuh, berdoa dalam bahasa roh adalah doa di dalam kehendak Allah yang sempurna (Roma 8:27).
Kedelapan, berdoa dan bernyanyi dalam bahasa roh membantu kita menyembah Allah di tingkat yang lebih tinggi dari batas pengertian kita (1 Korintus 14:15, Yohanes 4:23, 24).
Jadi, agar supaya setiap kita mampu menjarah dan semua janji-janji Tuhan jadi, mulailah berdoa dalam bahasa roh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar