Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
Matius 20:6-7
Matius 20:6-7
Perhatikan yang disampaikan Rasul Paulus! Dia adalah rasul yang paling hina; bahkan dia menyebut kelahirannya tidak wajar. Seolah-olah tidak layak disebut rasul. Namun sekalipun dia yang paling hina dia bisa mencapai garis akhir dan melakukan perkara-perkara kenamaan bagi Allah dan generasinya. Bagaimana dia yang paling hina tetapi bisa mengalami kemajuan yang begitu pesat? Apakah rahasianya?
Rahasianya adalah dia sadar betul dirinya tidak layak, dia mengerti benar bahwa hanya oleh kasih karunia Allah dirinya diperkenan untuk melayani Raja, dia tahu bahwa posisi dirinya ada di jam terakhir. Sikap inilah yang menjadikan dia berbeda menangani semua yang Tuhan percayakan kepadanya. Sikap inilah yang jadikan dia begitu radikal, habis-habisan dan bekerja lebih keras dibandingkan semuanya (1 Korintus 15:9-10).
Saudaraku, hari-hari ini Tuhan sedang buka pintu anugerahNya untuk mengundang setiap kita masuk menjadi pekerjaNya di jam terakhir. Kita dimasukkan oleh Tuhan di jam terakhir karena memang (1) kekuatan kita tidak seberapa, (2) Tuhan perhitungkan saat kita mencari wajahNya, menanti-nantikanNya, mentaati apa yang Dia suruh lakukan dan percaya kepada Tuhan.
Oleh karena itu sikap hati yang paling penting untuk menikmati anugerah jam terakhir adalah kerendahan hati; sadar bahwa kita tidak mampu, taat dan ikuti komando dan mau bekerja keras; bukan karena kekuatan manusiawi kita melainkan karena kasih karunia.Jikalau merindukan anugerah jam terakhir menghasilkan berkat, terobosan dan kemenangan yang maksimal – teruslah tetap mencari Tuhan dalam doa dan puasa dan merenungkan firman Tuhan melalui freedom life (program baca 5 pasal setiap hari yang dilakukan oleh Gereja Kristen Kemah Daud Jogjakarta).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar