4.16.2009

Aku Takut, Temenin Dong!

Aku takut, temenin dong dad! Begitulah omongan anak perempuanku sore itu. Sejujurnya di satu sisi ada kejengkelan namun di sisi yang satu ada templakan yang begitu kuat. Ternyata anakku takut dengan hal ini; itu berarti ada yang salah dalam didikanku. Akhirnya sore itu saya temenin dia untuk ketemu dengan yang dia takuti. Awalnya tidak mau tetapi akhirnya dia mengalami kemenangan! Bagi saya itu sebuah pencapaian yang luar biasa. Dari takut menjadi berani untuk duduk di sebelahnya dan memegangnya. Sore itu saya belajar sesuatu! Ada banyak ketakutan yang seringkali kita ciptakan dalam diri anak. Dengan seringnya mengumbar kata-kata “hati-hati, jangan, awas lho,” maka di dalam otak bawah sadar terpatri “nggak bisa nih, nakutin nih.” Hal berikutnya yang saya belajar adalah pendampingan dibutuhkan anak kita. Dukungan dan dorongan bukan hanya melalui doa namun juga lewat ditemani. Sewaktu seorang anak dapatkan kebutuhan ini maka rasa percaya diri dan keberaniannya tumbuh dengan pesat. Lewat peristiwa ini akhirnya saya semakin tersadar bahwa investasi waktu bagi anak untuk belajar dan bermain sungguh berpengaruh signifikan bagi tumbuh kembang anak secara maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar