Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
Kejadian 6:8-9
Kita hidup di jaman akhir. Bahkan tepatnya di penghujung akhir jaman. Oleh karena itu bersikaplah bijaksana dan jangan sembrono dalam menangani kehidupan. Salah satu pribadi yang layak di teladani adalah Nuh.
Dia adalah satu-satunya pribadi yang disebut oleh Alkitab saat Tuhan Yesus menyampaikan berita tentang akhir jaman atau kedatangan Anak Manusia. Seperti yang dikatakan dalam firmanNya, “Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.”
Oleh karena itu, bijaklah dan berhikmatlah seseorang saat mempelajari Nuh sebagai patron di dalam menjalani kehidupan di jaman akhir. Alasan utama menjadikan Nuh sebagai patron adalah di tengah-tengah kebejatan manusia di atas muka bumi dan di tengah-tengah penyesalan Tuhan menjadikan manusia, ternyata Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Allah.
1. Nuh adalah Seorang yang Benar
Nuh benar di hadapan Allah karena memilihkan anak-anaknya dengan pasangan yang benar! Penyesalan Tuhan karena menjadikan manusia dipicu oleh sikap anak-anak Allah memilih pasangan dengan sekehendak hatinya bukan menurut yang Tuhan mau! Dalam hal ini Nuh benar karena dia memilihkan anak-anaknya pasangan seperti yang Tuhan mau. Terbukti menantu-menantunya begitu bersemangat, mendukung dan membantu saat ayah mertuanya mendapatkan panggilan dari Tuhan untuk membangun bahtera (bandingkan dengan bakal menantu Lot – Kejadian 19:14).
2. Nuh adalah Seorang yang Tidak Bercela
Arti dari tidak bercela kebanyakan ditujukan kepada sikap moral seperti berintegritas, tanpa cacat, komplit, tulus, sempurna. Nuh di tetapkan Tuhan untuk membawa perubahan bagi dunia baru karena dia mengajar seisi rumahnya untuk hidup tak bercela di hadapan Allah. Tidak terkontaminasi dengan nilai-nilai yang berkembang saat itu seperti kekerasan, kawin campur dan kawin ngawur, selalu ingin melakukan kejahatan dan dosa bahkan tidak takut kepada Allah.
3. Nuh adalah Seorang yang Bergaul dengan Allah
Nuh dipilih Allah karena dia mendidik dan mengajar keluarganya untuk berjalan dalam kehendak Allah. Mereka membangun kehidupan yang lekat dan dekat dengan Allah!
Bagaimana dengan Saudara dan rumah tangga yang Saudara sedang bangun? Ini waktunya berubah dan bangkit!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar