5.30.2009

Mazmur 16

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku. Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Mazmur 16:5-11

Tuhan mau setiap kita memperoleh warisan dan milik pusaka kita! Namun untuk menerima milik pusaka yang permai dan yang menyenangkan hati kita, ternyata memiliki syarat-syarat yaitu:

1. Engkaulah bagian warisanku dan pialaku. Hal pertama yang harus dimiliki oleh setiap kita adalah sikap hati yang hanya bergantung total pada Tuhan. Hanya Tuhanlah yang menjadi segala-galanya buat setiap kita. Hanya Dialah yang menjadi pokok pujian dan penyembahan kita. Hanya Dialah yang menjadi pusat hidup kita dan milik pusaka kita. Ini merupakan syarat utama dan syarat pertama. Kalau sikap hati ini ada maka milik pusaka kita pasti diukurkan oleh Tuhan di tempat-tempat permai dan pasti menyenangkan hatiku.

2. Percaya bahwa Tuhan telah meneguhkan bagian yang diundikan di tempat-tempat permai. Hal kedua yang harus ada adalah percaya total bahwa milik pusaka yang Tuhan berikan ada di tempat-tempat permai dan selalu menyenangkan hati kita. Iman seperti ini harus ada karena setiap kita akan bergairah dan bersemangat untuk mengerjakan dan menggarap setiap milik pusaka kita.

3. Mengerjakan milik pusaka dengan terus beryukur dan meminta nasehat Tuhan. Kita rindu mengerjakan milik pusaka dengan tepat dan dengan hasil yang maksimal. Karena itu terus untuk melakukan kontak dengan Roh Kudus yang mampu memberikan inspirasi, ide dan pencerahan untuk memultiplikasikan milik pusaka kita.

4. Mengerjakan milik pusaka dengan hati nurani. Kejujuran, tidak sikut kanan sikut kiri, tidak main suap, tidak menjadi batu sandungan dan tidak melukai orang lain adalah ciri nurani yang bersih. Zakheus mengerti prinsip hati nurani, karena itu setelah dia percaya kepada Yesus, langkah berikutnya adalah membereskan hati nuraninya sehingga tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Rindu melihat milik pusaka kita ada di tempat-tempat permai? Kerjakanlah milik pusaka dengan nurani kita.

5. Kerjakan milik pusaka dengan mata tertuju pada Tuhan. Hal ini berarti mengerjakan milik pusaka seperti Yesus mengerjakan pelayanan dan tanggung jawab pekerjaanNya sewaktu Dia ada di muka bumi. Saya begitu yakin Yesus mengerjakan dengan terbaik dan excellent. Dia tidak pernah setengah-setengah dengan setiap milik pusaka yang dipercayakan padaNya. Sewaktu Dia berkotbah, Dia berkotbah dihadapan 5.000 orang dengan suara lantang dan kuat. Dia tidak bersungut-sungut karena tidak ada mic dan sound system yang hebat. Dia tidak pernah meinta fasilitas terlebih dahulu melainkan mengerjakan milik pusaka dengan terbaik terlebih dahulu. Saya begitu yakin, ini salah satu sikap terbaik dan ekselen. Mau terima milik pusaka di tanah permai? Lakukan seperti untuk Tuhan!

Tahukah berkat tambahan yang akan diperoleh saat kita mengerjakan hal-hal diatas? Aku tidak akan goyah. Hatiku akan bersukacita dan jiwaku akan bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Tuhan tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. Luar biasakan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar