3.18.2009

Komunitas Sel Adalah Ciri Pola Hidup Baru

Gereja mula-mula selalu memberikan patron pola hidup berjemaat! Setelah Yesus terangkat ke Surga (KPR 1:9), rasul-rasul dan para murid menanti-nantikan janji Bapa untuk setiap mereka diperlengkapi dari kekuasaan maha tinggi (Lukas 24:49, KPR 1:12-14). Luar biasa! Akhirnya pencurahan Roh terjadilah seperti yang Bapa janjikan (KPR 2:1-36). Pertobatan massal terjadilah karena ada 3000 orang yang menyatakan diri percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan dibaptis (KPR 2:41). Tetapi semua yang terjadi ini bukan akhir dari pergerakan yang Tuhan sedang kerjakan! Rasul Petrus menyatakan bahwa mereka harus diselamatkan dari angkatan yang jahat! Mareka harus diselamatkan dari pola hidup yang lama dan mereka harus ada di dalam pola hidup yang baru. Pola hidup yang baru ini adalah hidup berkomunitas! Hidup yang saling berbagi harta satu sama lain, mau dekat satu dengan yang lain, saling terbuka satu sama lain, saling mendoakan, mau bertumbuh dan haus dalam pengajaran rasul-rasul, bersuka cita bersama, memuji Allah bersama-sama dan memecahkan roti (makan bersama) secara bergilir di rumah masing-masing (KPR 2:42-47). Ajaib sekali! Bukankah kehidupan yang seperti ini dirindukan? Inilah yang kita sepakati untuk dibangun, diusahakan dan dipergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam kita.

Bahaya Tidak Hidup Dalam Komunitas Yang Alkitabiah

Di atas sudah dijelaskan bahwa pencurahan Roh Kudus menyebabkan terjadinya pola kehidupan yang berbeda (hidup berkomunitas). Tetapi apabila setiap kita tidak masuk di dalam komunitas ini maka sebenarnya kita memasuki pola kehidupan yang lain. Ini dijelaskan dalam 2 Timotius 3:1-8 (silahkan baca & renungkan). Disana dijelaskan bahwa ada satu masa yang sukar yang menyebabkan terjadinya sebuah pola kehidupan! Seperti, orang-orang mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, dst.

Jadi sebenarnya kalau kita tidak ada di dalam komunitas sel yang Alkitabiah maka sebenarnya kita ada di dalam komunitas bentukan roh jahat. Yakinlah, tidak ada wilayah abu-abu! Yang ada adalah masuk dalam komunitas yang Alkitabiah atau masuk ke dalam komunitas yang lahir dari bentukan masa yang sukar (diinspirasi oleh roh jahat). Bagi Saudara yang belum ada di dalam komunitas sel, ayo putuskan segera untuk tertanam di dalam komunitas sel (diinspirasi oleh sharing Bp. Lukas Yoesianto di Sepakat Bersama).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar